BELAJAR BERTIRIMAKASI DARI SETIAP ORANG YANG MENGABAIKAN
Menempuh suatu jarak
untuk meraih sesuatu yang sangat di idamkan ,dan yang dibutuhkan adalah sebuah
perjuangan. Didalam perjalan usaha ataupun perjuangan itu, tentu banyak
tantangan yang sangat sukar untuk diselesaikan.oleh karena itu banyak orang
yang mengalah dalam hal tersebut, hingga membuat kegagalan namun bukan
jadi kalah semangat.Justru dari semua itu menjadi bahan pelajaran untuk meraih
impian dimasa yang akan datang.
Dalam kehidupan manusiawi dikala ini banyak pelajaran yang tidak patut diteladani atau di ikuti ,malah hal itu adalah sebagai bahan pertimbangan dan pembelajaran bahwa hal itu tidak di inginkan setiap orang,namun 90% manusia disaat ini memilih jalan sesat tersebut.APAKAH HAL ITU?.;Hal itu adalah sifat manusia yang kebanyakan memelihara sifat egois,mengabaikan sesama,bertindak sombong seolah dirinya paling semuanya,serba sibuk yang tak tentu jika disapa sesama manusia yang tidak selepel dengannya..
Hidup diberikan kepada semua maklhuk bukan selamanya hidup mekar dialam semesta ini..,Jadi bagaimanakah hidup itu?
Mengapa hidup itu dibilang hanya bersipat sementara?..mengapa bukan jangka panjang....huh...
Sungguh pertanyaan yang menakjubkan.Manusia bersifat sombong dan egois sama halnya dengan melecehkan PenciptaNya,.ouhhh...Mengapa ya?Menurut ajaran agama yang saya pelajari bahwasanya semua manusia itu sama dimata Tuhan memandang dari segi kamanusiaan .agama juga mengajarkan,hidup itu indah jikalau kita saling mengerti,saling menolong,berbagi satu dengan yang lain dan mengikuti ajaran agama. Mengapa agama?..karena menurut sayam, agama tidak ada satupun yang mengajarkan ke kesombonganan,ke egoisan, kemunafikan,bertindak congkak dan rasa irih yang berlebihan dan hal-hal laen yang bisa mengakibatkan orang lain merasa keberatan dan menaruh DENDAM.
Timbulnya tindakan dendam yang dilakukan kebanyakan orang tidak jauh faktornya karena hal-hal kemunafikan seperti yang sudah tertera diatas,dan masih banyak lagi hal yang timbul. Karena itu,timbul perang.baik perang hati maupun perang segalanya..Apakah untungnya bagi kita jika melakukan kesukaran itu?saya rasa tidak ada untungnya selain menjadi bahan sasaran pembicaraan orang laen,dan yang dibicarakan bukanlah kebaikaan kita melainkan hal2 negatip yang kita perbuat.Bukankah demikian sifap kemanusiaan?.............
HADAPI HIDUP DENGAN KENYATAAN,BUKAN DENGAN BANYAKNYA SANDIWARA ATAUPUN KEPURA-PURAAN.
IMAN TANPA BUKTI NYATA YANG DIBARENGI DENGAN KEBENCIAN ITUKAH KEYAKINAN YG KITA KETAHUI?..Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan.Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. ~Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
BERSAMBUNG...BY : ARDI DHAMERO SIHOMBING.
Dalam kehidupan manusiawi dikala ini banyak pelajaran yang tidak patut diteladani atau di ikuti ,malah hal itu adalah sebagai bahan pertimbangan dan pembelajaran bahwa hal itu tidak di inginkan setiap orang,namun 90% manusia disaat ini memilih jalan sesat tersebut.APAKAH HAL ITU?.;Hal itu adalah sifat manusia yang kebanyakan memelihara sifat egois,mengabaikan sesama,bertindak sombong seolah dirinya paling semuanya,serba sibuk yang tak tentu jika disapa sesama manusia yang tidak selepel dengannya..
Hidup diberikan kepada semua maklhuk bukan selamanya hidup mekar dialam semesta ini..,Jadi bagaimanakah hidup itu?
Mengapa hidup itu dibilang hanya bersipat sementara?..mengapa bukan jangka panjang....huh...
Sungguh pertanyaan yang menakjubkan.Manusia bersifat sombong dan egois sama halnya dengan melecehkan PenciptaNya,.ouhhh...Mengapa ya?Menurut ajaran agama yang saya pelajari bahwasanya semua manusia itu sama dimata Tuhan memandang dari segi kamanusiaan .agama juga mengajarkan,hidup itu indah jikalau kita saling mengerti,saling menolong,berbagi satu dengan yang lain dan mengikuti ajaran agama. Mengapa agama?..karena menurut sayam, agama tidak ada satupun yang mengajarkan ke kesombonganan,ke egoisan, kemunafikan,bertindak congkak dan rasa irih yang berlebihan dan hal-hal laen yang bisa mengakibatkan orang lain merasa keberatan dan menaruh DENDAM.
Timbulnya tindakan dendam yang dilakukan kebanyakan orang tidak jauh faktornya karena hal-hal kemunafikan seperti yang sudah tertera diatas,dan masih banyak lagi hal yang timbul. Karena itu,timbul perang.baik perang hati maupun perang segalanya..Apakah untungnya bagi kita jika melakukan kesukaran itu?saya rasa tidak ada untungnya selain menjadi bahan sasaran pembicaraan orang laen,dan yang dibicarakan bukanlah kebaikaan kita melainkan hal2 negatip yang kita perbuat.Bukankah demikian sifap kemanusiaan?.............
HADAPI HIDUP DENGAN KENYATAAN,BUKAN DENGAN BANYAKNYA SANDIWARA ATAUPUN KEPURA-PURAAN.
IMAN TANPA BUKTI NYATA YANG DIBARENGI DENGAN KEBENCIAN ITUKAH KEYAKINAN YG KITA KETAHUI?..Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan.Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. ~Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
BERSAMBUNG...BY : ARDI DHAMERO SIHOMBING.
